Wednesday, 24 August 2016
Program BK Mts Al-Khoirot
04:44
No comments
BK MTs Al-Khoirot Telah Menggunakan Beberapa Aplikasi Need Assesmen
yang praktis dan simpel
yang praktis dan simpel
1. Aplikasi AGENDA BK
2. Smart Aplikasi BK
3. Aplikasi Rekomendasi peminatan
4. Aplikasi Alat Ungkap Gaya Belajar Siswa
5.Aplikasi Alat Ungkap Minat Siswa
6.Aplikasi Rekap Absensi Siswa

BK MTs Al-Khoirot
BK MTs Al-Khoirot berbasis IT
04:25
No comments
Smart aplikasi di MTs Al Khoirot adalah
sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu guru Bimbingan
Konseling ( BK ) di MTs Al-Khoirot dalam merencanakan serta menyusun Program Bimbingan
Konseling sesuai dengan Kurikulum 2013, Aplikasi ini dapat berfungsi untuk menyusun program Tahunan, Program Semester, Program Bulanan dan Program Mingguan. Meskipun
dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 111 Tahun
2014, program BK hanya mengenal Program Tahunan dan Program Semester,
anda dapat menyesuaikan penggunaan apliksi ini,
Aplikasi ini berfungsi untuk menyusun Program Bimbingan Konseling berbasis kebutuhan siswa (need assesment ), dengan jumlah siswa maksimal 40 siswa perkelas / rombel
Aplikasi ini sangat dibutuhkan karena berguna untuk merencanakan serta menyusun Program Bimbingan Konseling dan pendukung program lainnya, yang meliputi :

Aplikasi ini berfungsi untuk menyusun Program Bimbingan Konseling berbasis kebutuhan siswa (need assesment ), dengan jumlah siswa maksimal 40 siswa perkelas / rombel
Aplikasi ini sangat dibutuhkan karena berguna untuk merencanakan serta menyusun Program Bimbingan Konseling dan pendukung program lainnya, yang meliputi :
- Program Tahunan
- Program Semester Gasal
- Program Semester Genap
- Program Bulanan
- Program Mingguan
- Cover Program BK
- Analisa Data
- Data Persiswa
- Data Perbutir Pernyataan
- Daftar Siswa Asuh
- Program / Jadwal Bimbingan Kelompok
- Program / Jadwal Konseling Individu / Pribadi
- Format Lapelprog semester gasal dan Genap
- Catatan Siswa
- Penyusunan Silabus
- Penyusunan RPL

Data Base Terintegrasi MTs Al-Khoirot
04:18
No comments
Tugas seorang guru BK / Konselor
di sekolah tidak hanya sebagai guru pembimbing dan konselor di sekolah
semata, tetapi bersamaan dengan tugas - tugas tersebut seorang guru
pembimbing juga dituntut berperan sebagai seorang " administrator " ,
dan mungkin sebagian dari bapak / ibu guru BK dibebani juga oleh tugas -
tugas dan tanggungjawab lain dalam kegiatan - kegiatan di sekolah.
Kelebihan aplikasi Data Base ini antara lain :
Aplikasi ini berisi kelengkapan administrasi Bimbingan Konseling, meliputi :

Dalam menjalankan tugasnya, salah satu permasalahan utama
dari seorang guru BK / Konselor di sekolah adalah masalah
peng_administrasian kegiatan - kegiatan bimbingan dan konseling. Banyak
diantara Bapak / Ibu guru BK / Konselor telah melakukan kegiatan
bimbingan dan konseling dengan baik, tetapi kegiatan - kegiatan
bimbingan dan konseling tersebut kurang / bahkan tidak di
administrasikan / didokumentasikan dengan baik dan benar. Hal ini
disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor dari luar maupun faktor dari
dalam diri guru itu sendiri.
Di MTs Al-Khoirot untuk mengatasi itu semua menggunakan aplikasi Data Base Siswa Terintegrasi yaitu sebuah aplikasi
yang akan membantu para guru BK / Konselor di sekolah tingkat MTs untuk
dapat meng_administrasikan kegiatan bimbingan dan konseling secara
baik, terintegrasi dan berbasis IT.
Aplikasi ini berbasis Microsof Office Acces, sangat mudah
digunakan termasuk bagi yang tidak mahir dalam
menggunakan komputer. Ms Acces dipilih karena sesuai dengan fungsinya
yaitu software khusus untuk mengelola data dan tentunya software ini
sudah terbukti handal.
.
.
- Berbasis komputer
- Memiliki tampilan yang menarik
- Mudah digunakan
- Lebih efektif dan efisien
- Semua administrasi BK sudah terintegrasi dalam satu aplikasi
- Di buat oleh guru BK sehingga sesuai dengan kebutuhan dari seorang guru BK
- Format - format dalam aplikasi sudah disesuaikan dengan format standar.
- Hemat kertas karena tidak semua administrasi BK harus dicetak, hanya sesuai dengan kebutuhan
- Dapat di update setiap saat
- Aplikasi berlaku untuk selamanya, tidak ada batas waktu pemakaian.
- Apabila ada masalah dengan aplikasi ini, dapat langsung berkonsultasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
- Disediakan tutorial dan contoh pengisian data.
- Aplikasi ini dapat dipergunakan oleh semua bapak / ibu guru BK dalam satu sekolah.
Aplikasi ini berisi kelengkapan administrasi Bimbingan Konseling, meliputi :
- Kartu Pribadi Siswa ( 8 kelas paralel untuk setiap tingkatan kelas ) sebagai pengganti Buku Pribadi, karena semua yang terdapat di buku pribadi sudah tercantum dalam kartu pribadi.
- Daftar Siswa Asuh
- Catatan Konseling Individu ( Pribadi )
- Catatan Konseling Kelompok
- Catatan Bimbingan Kelompok
- Catatan Bimbingan Klasikal
- Catatan Home Visit ( surat tugas, laporan Home Visit, Rekap Home Visit )
- Catatan Undangan / panggilan orang tua / Wali ( undangan, rekap undangan)
- Catatan Konsultasi Orang Tua / Wali
- Catatan Anekdot
- Catatan Kasus
- Catatan Referal ( Satkung, surat Referal )
- Daftar Siswa Miskin
- Daftar Penerima Bea Siswa
- Catatan Siswa Terlambat ( surat ijin masuk kelas, rekap Siswa terlambat )
- Catatan Ijin Siswa ( Surat ijin meninggalkan kelas / sekolah, rekap )
- Daftar Absen
- Peminatan
- Nilai Raport
- Program Harian
- Jurnal Kegiatan Harian
- Laporan Dinas Luar
- Data Penerima Bantuan Sekolah
- Konferensi Kasus
- Mutasi Siswa
- Alumni

Tuesday, 23 August 2016
REMAJA DAN PERMASALAHANNYA
22:17
No comments
I. Pendahuluan
Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak
pertumbuhan dan perkembangan dari
Banyaknya permasalahan dan krisis yang terjadi pada masa
remaja ini menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi perkembangan
menyebutnya sebagai masa krisis. Pada masa ini perubahan terjadi sangat drastis
dan mengakibatkan terjadinya kondisi yang serba tanggung dan diwarnai oleh
kondisi psikis yang belum mantap, selain dari pada itu periode ini pun dinilai
sangat penting bahkan Erik Erikson (1998)
menyatakan bahwa seluruh masa depan individu sangat tergantung pada
penyelesaian krisis pada masa ini.
II. Karakteristik
Masa Remaja
Sebagai
periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik
yang
khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun
rinciannya adalah sebagai berikut :
a. Masa remaja adalah periode yang penting
Periode ini dianggap sebagai masa
penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang
terjadi pada masa ini. Selain itu, periode ini pun memiliki dampak penting
terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu, dimana terjadi
perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. Kondisi inilah yang
menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri secara mental dan melihat
pentingnya menetapkan suatu sikap, nilai-nilai dan minta yang baru.
b. Masa remaja adalah masa peralihan
Periode ini menuntut seorang anak
untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari
pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan
pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali
seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengani peran yang dituntut oleh
lingkungan. Misalnya, pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka
mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya, namun pada
kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa
sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya.
c. Masa remaja adalah periode perubahan
Perubahan yang terjadi pada periode
ini berlangsung secara cepat, peubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi
terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Terdapat lima
karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu, (1) peningkatan
emosionalitas, (2) perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual, (3)
perubahan tubuh, minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan
masalah baru, (4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula
perubahan nilai, dan (5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan
yang terjadi.
d. Masa remaja adalah usia bermasalah
Pada periode ini membawa masalah
yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini
disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama, pada saat anak-anak paling tidak
sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru, sedangkan sekarang
individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Kedua, karena
mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang
tua atau guru, sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan
persoalan tersebut.
e. Masa remaja adalah masa pencarian
identitas diri
Pada periode ini, konformitas
terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Mereka mencoba
mencari identitas diri dengan berpakaian, berbicara dan berperilaku sebisa
mungkin sama dengan kelompoknya. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan
dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status, seperti mobil, pakaian dan
benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain.
f.
Masa
remaja adalah usia yang ditakutkan
Masa remaja ini seringkali ditakuti
oleh individu itu sendiri dan lingkungan. Gambaran-gambaran negatif yang ada
dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka
berinteraksi dengan remaja. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa
takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun
guru untuk memecahkan masalahnya.
g. Masa remaja adalah masa yang tidak
realistis
Remaja memiliki kecenderungan untuk
melihat hidup secara kurang realistis, mereka memandang dirinya dan orang lain
sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagai dia sendiri. Hal ini terutama
terlihat pada aspirasinya, aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar
untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga, teman. Semakin tidak realistis
aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut
tidak dapat mereka capai.
h. Masa remaja adalah ambang dari masa
dewasa
Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap
dewasa secara hukum, mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan
menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. Mereka merasa bahwa
berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup, sehingga
mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan
status orang dewasa seperti merokok, minum, menggunakan obat-obatan bahkan
melakukan hubungan seksual.
III. Tugas Perkembangan Masa
Remaja
Semua
tugas-tugas perkembangan masa remaja terfokus pada bagaimana melalui sikap dan
pola perilaku kanak-kanak dan mempersipakan sikap dan perilaku orang dewasa. Rincian
tugas-tugas pada masa remaja ini adalah sebagai berikut :
1. Mencapai relasi yang lebih matang
dengan teman seusia dari kedua jenis kelamin
2. Mencapai peran sosial feminin
atau maskulin
3. Menerima fisik dan menggunakan
tubuhnya secara efektif
4. Meminta, menerima dan mencapai
perilaku bertanggung jawab secara sosial
5. Mencapai kemandirian secara
emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
6. Mempersiapkan untuk karir ekonomi
7. Memperiapkan untuk menikah dan
berkeluarga
8.
Memperoleh suatu set nilai dan sistem etis untuk mengarahkan perilaku.
IV. Perubahan-perubahan yang
terjadi pada Masa Remaja
A. Perubahan Fisik Masa Remaja
·
Tinggi
badan
Rata-rata
anak perempuan mencapai tinggi dewasanya pada usia 17/18 tahun dan bagi anak
laki- laki satu tahun lebih dari usia tersebut.
·
Berat
badan
Perubahan
berat tubuh seiring dengan waktu sama dengan perubahan tinggi badan,
hanya saja sekarang lebih menyebar ke seluruh tubuh.
·
Proporsi
tubuh
Berbagai
bagian tubuh secara bertahap mencapai proporsinya. Misal: badan lebih lebar dan
lebih kuat.
· Organ
seksual
Pada
laki-laki dan perempuan organ seksual mencapai ukuran dewasa pada periode
remaja akhir, namun fungsinya belum matang sampai dengan beberapa tahun
kemudian
·
Karakteristik
sex sekunder
Karakteristik
sek sekunder utama mengalami perkembangan pada level dewasa pada periode remaja
akhir.
B. Emosionalitas
Masa Remaja
Selain
terjadi perubahan fisik yang sangat mencolok, juga terjadi perubahan dalam
emosionalitas remaja yang cukup mengemuka, sehingga ada beberapa hal yang dapat
disimpulkan dari perubahan pada aspek emosionalitas ini. Masa ini disebut
sebagai masa “storm and stres”, dimana terjadi peningkatan ketegangan emosional
yang dihasilkan dari perubahan fisik dan hormonal. Pada masa ini emosi
seringkali sangat intens, tidak terkontrol dan nampak irrasional, secara umum
terdapat peningkatan perilaku emosional pada setiap usia yang dilalui.
Misalnya, pada usia 14 tahun, remaja menjadi mudah marah, mudah gembira, dan
meledak secara emosional, sedangkan pada usia 16 tahun terjadi kebalikannya
mereka mengatakan tidak terlalu merasa khawatir. Hal yang paling membuat remaja
marah adalah apabila mereka diperlakukan seperti anak-anak atau pada saat
merasa diperlakukan tidak adil. Ekspresi kemarahannya mungkin berupa mendongkol,
menolak untuk bicara, atau mengkritik secara keras. Hal yang juga cukup
mengemuka yaittu pada masa ini remaja lebih iri hati terhadap mereka yang
memiliki materi lebih.
C. Perubahan
Sosial pada Masa Remaja
Salah
satu tugas perkembangan yang paling sulit pada masa remaja adalah penyesuaian
sosial. Penyesuaian ini harus dilakukan terhadap jenis kelamin yang berlainana
dalam suatu relasi yang sebelumnya tidak pernah ada dan terhadap orang dewasa
diluar keluarga dan lingkungan sekolah. Pada masa ini remaja paling banyak
menghabiskan waktu mereka di luar rumah bersama dengan teman sebaya mereka,
sehingga bisa difahami apabila teman sebaya sangat berpengaruh terhadap sikap,
cara bicara, minat, penampilan, dan perilaku remaja.
Perubahan dalam perilaku sosial terlihat dengan adanya
perubahan dalam Sikap dan perilaku dalam relasi heteroseksual, mereka yang
tadinya tidak menyukai keterlibatan lawan jenis menjadi menyukai pertemanan
dengan lawan jenis. Secara umum dapat dikatakan bahwa minat terhadap lawan jenis
meningkat. Selain itu, perubahan sosial yang terjadi dengan adanya nilai-nilai
baru dalam memilih teman, dimana sekarang remaja lebih memilih yang memiliki
minat dan nilai-nilai yang sama, bisa memahami dan membuat merasa aman, dapat
dipercaya dan bisa diskusi mengenai hal-hal yang tidak bisa dibicarakan dengan
guru atau orang tua. Pada masa ini pun remaja memiliki keinginan untuk tampil
sebagai seorang yang populer dan disukai oleh lingkungannya.
V. Minat-minat
pada Masa Remaja
Pada
masa remaja terdapat minat-minat pada bidang kegiatan tertentu yang sangat
beragam. Hal ini tergantung pada jenis kelamin, kecerdasan, lingkungan tempat
tinggal mereka, kesempatan yang dimiliki untuk mengembangkan minat, apa yang
diminati teman sebayanya, status dalam kelompok sosial, kemampuan bawaan, minat
keluarganya dan beberapa faktor lainnya. Secara umum minat-minat remaja ini
dapat dikategorikan menjadi :
1.
Minat
Rekreasi
Pada masa ini sudah muncul minat
rekresi seperti halnya orang dewasa. Banyaknya hegiatan dan tuntutan baik di
sekolah maupun dirumah dirasakan penting memiliki sarana rekreasi bagi remaja,
Misalnya : permainan dan olah raga, santai, traveling, hobi, menari, membaca,
film, radio, televisi dan melamun.
2.
Minat
Sosial
Perkembangan minat sosial tergantung
pada kesempatan yang dimiliki remaja untuk mengembangkan minta ini dan sebagian
tergantung seberapa populer dia di dalam kelompok sebayanya.
3.
Minat
Pribadi
Minat pada dirinya sendiri merupakan
minat terkuat pada masa remaja, hal ini disebabkan karena mereka menyedari
bahwa penerimaan dari sosial dipengaruhi oleh penampilan umum mereka, misalnya
: penampilan, pakaian, prestasi, kemandirian, dan uang yang merupakan simbol
status.\
4.
Minat
terhadap Pendidikan
Pada remaja awal biasanya memberikan
kritik atas sekolah secara umum dan mengenai larangan, PR, kursus yang
dibutuhkan, makanan di kantin dan mekanisme belajar di sekolah. Mereka kritis
terhadap guru dan cara mereka mengajar. Pada remaja akhir sikap terhadap
pendidikan lebih banyak dipengaruhi oleh minat pekerjaannya.
5.
Minat
terhadap pekerjaan
Pada masa ini anak laki-laki maupun
perempuan mulai untuk memikirkan secara lebih serius tentang masa depan mereka.
Anak laki-laki lebih perhatian terhadap pekerjaan di masa depan dibanding anak
perempuan. Anak laki-laki lebih menginginkan pekerjaan yang mewah, menarik dan
memiliki gengsi yang tinggi, sedangkan anak perempuan lebih memilih pekerjaan
yang lebih aman dan tidak menyita waktu.
6.
Minat
religious
Para remaja sekarang ini tertarik
pada agama dan merasa bahwa hal tersebut memiliki peran yang penting dalam
kehidupan mereka.
7.
Minat
dalam simbol status
Pada masa remaja simbol status memiliki empat fungsi penting
yaitu : mengatakan pada orang lain bahwa mereka memiliki status sosioekonomi
yang lebih tinggi dari yang lain, remaja yang superior dinilai memiliki
prestasi oleh kelompoknya, remaja diterima oleh kelompoknya karena kesamanan
tampilan dan tindakan, dan remaja memiliki status yang mendekati dewasa.
VI. Faktor-faktor
yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan
Menurut Hurlock (1980),
terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan,
yaitu :
a. Sikap teman sebaya, apakah mereka
berorientasi untuk melanjutkan kuliah atau berorientasi kerja.
b. Sikap orang tua, apakah orang tua
menialai bahwa sekolah merupakan sarana peningkatan status sosialnya atau hanya
sekedar tuntutan untuk menyekolahkan saja.
c. Tingkatan, yang menunjukkan
kesuksesan atau kegagalan remaja secara akademis.
d. Relevansi atau nilai praktis dari
bermacam-macam pelajaran.
e. Sikap terhadap guru, pegawai
administrasi, kebijakan-kebijakan akademik dan disiplin.
f.
Sukses
dalam kegiatan ekstrakurikuler
g. Derajat penerimaan sosial oleh teman
sekelasnya.KESULITAN BELAJAR SISWA
22:16
No comments
A. Memahami Arti Kesulitan Belajar ( Learning Disorders )
Setiap anak adalah unik. Dikatakan unik karena mereka
tidaklah sama. Ada anak yang cepat menangkap respons dari luar, tetapi tidak
sedikit juga yang lambat. Mereka memiliki alur perkembangan yang berbeda satu
sama lain. Inilah yang dinamakan proses keseimbangan kehidupan. Karena itu pula
kita sering mendengar para orangtua mengeluhkan anaknya yang mengalami
kesulitan dalam belajar. Meskipun memang tidak sedikit anak yang lancar-lancar
saja saat menuntut ilmu. Pertanyaannya adalah mengapa mereka mengalami
kesulitan dalam belajar. Rasanya sulit sekali mencerna apa yang diterangkan
guru. Jangankan yang dipelajari kemarin, yang baru diberikan saja sudah menguap
sebelum sempat ‘mengendap’ di kepala.
Kesulitan belajar pada anak sangat erat kaitannya dengan
pencapaian hasil akademik juga aktivitas sehari-hari. Karena itu, tak jarang
para orangtua begitu mengkhawatirkan masalah ini. Marilah kita pahami mengapa
semua itu biasa terjadi.
1. Makna Kesulitan Belajar ( Learning
Disability )
Kesulitan belajar terdiri dari dua kata, yaitu kesulitan dan
belajar. Seseorang dikatakan telah belajar apabila
pada dirinya terjadi perubahan tertentu. Dengan kata lain, belajar merupakan
suatu perubahan tingkah laku pada diri
seseorang melalui suatu proses tertentu. Namun demikian, tidak semua perubahan tingkah laku itu disebabkan oleh hasil
belajar, tetapi juga disebabkan oleh proses alamiah
atau keadaan sementara pada diri seseorang. Sedangkan
kesulitan berarti kesukaran, kesusahan, keadaan atau sesuatu yang sulit.
Kesulitan merupakan suatu kondisi yang memiliki gangguan satu atau lebih dari
proses dasar yang mencakup pemahaman penggunaan bahasa lisan atau tulisan,
gangguan tersebut mungkin menampakkan diri dalam bentuk kemampuan yang tidak
sempurna dalam mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja
atau menghitung.
Selain itu kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana
kompetensi atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang
ditetapkan, baik berbentuk sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Proses
belajar yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk menggapai
hasil belajar. Dapat disimpulkan bahwa kesulitan
belajar merupakan beragam gangguan dalam menyimak, berbicara, membaca, menulis
dan berhitung karena faktor internal individu itu sendiri, yaitu disfungsi
minimal otak. Kesulitan belajar bukan disebabkan oleh faktor eksternal berupa
lingkungan, sosial, budaya, fasilitas belajar dan lain-lain.
Oleh karena itulah anak yang mengalami kesulitan belajar,
akan sukar dalam menyerap materi-materi pelajaran yang disampaikan oleh guru
sehingga ia akan malas dalam belajar. Selain itu anak tidak dapat menguasai
materi, bahkan menghindari pelajaran, mengabaikan tugas-tugas yang diberikan
guru, sehingga terjadi penurunan nilai belajar dan prestasi belajar menjadi
rendah.
2. Macam-macam Kesulitan Belajar
a. Dilihat dari jenis kesulitan belajar
- Ada yang berat
- Ada yang sedang
b. Dilihat dari bidang studi yang
dipelajari
- Ada yang sebagian bidang studi
- Ada yang keseluruhan bidang studi
c. Dilihat dari sifat kesulitannya
- Ada yang sifatnya permanen atau
tetap
- Ada yang sifatnya hanya sementara
d. Dilihat dari segi faktor penyebabnya
- Ada yang karena faktor inteligensi
- Ada yang karena faktor non
inteligensi
3. Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Fenomena
kesulitan belajar seorang anak biasanya tampak jelas dari menurunnya kinerja
akademik atau belajarnya. Namun, kesulitan belajar juga dapat dibuktikan dengan
munculnya kelainan perilaku (misbehavior) anak seperti kesukaan berteriak
didalam kelas, mengusik teman, berkelahi, sering tidak masuk sekolah dan gemar
membolos.
Pada dasarnya seorang anak memilki
masalah besar yang tampak jelas dimata orang tua dalam kehidupannya :
a.
Out
of Law (tidak taat aturan), seperti susah belajar, susah menjalankan perintah
dan sebagainya.
b.
Bad
Habit (kebiasaan jelek) misalnya, suka jajan, merengek, suka ngambek dan
lain-lain.
c.
Maladjustmen
(penyimpangan perilaku)
d.
Pause
playing Delay (Masa bermain yang tertunda)
Penting untuk diingat adalah bahwa faktor utama yang
memengaruhi kesulitan belajar pada anak adalah berasal dari dalam diri anak
sendiri (internal). Anak mengalami gangguan secara internal seperti gangguan
pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH).
Ciri-ciri anak yang sulit memusatkan perhatian biasanya
ceroboh, sulit berkonsentrasi, seperti tidak mendengarkan bila diajak bicara,
gagal menyelesaikan tugas, sulit mengatur aktivitas, mengindari tugas yang
memerlukan pemikiran, kehilangan barang-barang, perhatian mudah teralih dan
pelupa. Anak tidak mampu untuk berkonsentrasi pada satu pekerjaan tertentu
(gangguan atensi). Untuk apa ia melakukan pekerjaan itu juga tidak dipahami.
Oleh karena itu, untuk anak usia sekolah, saat menyimak pelajaran yang
diberikan guru, anak dengan gangguan pemusatan perhatian tidak dapat mengerti
apa yang diterangkan gurunya.
Gangguan pemusatan perhatian ini disebabkan oleh beberapa
hal yaitu adanya kelainan anatomis terutama pada otak besar bagian depan (lobus
frontalis); gangguan neurotransmiter meliputi neurotransmiter
noradrenergik/norepinefrin, dopamine, serotonin sebagai akibat dari penggunaan
berbagai obat kimia; faktor genetik seperti saudara kandung; adanya kelainan
fungsi inhibisi perilaku dan control diri; efek dari adanya infeksi bakteri,
cacingan, keracunan logam dan zat berbahaya (Pb, CO,Hg), gangguan metabolisme,
gangguan endoktrin, diabetes dan gangguan pada otak; penyakit keturunan;
gangguan integrasi sensorik dan perspesi; gaya hidup yang tidak sehat seperti
mengonsumsi minuman berkafein yang berlebihan (kopi, the, cokelat, cola dsb),
pola makan dengan gizi tak seimbang serta kuantitas dan kualitas tidur yang
kurang memadai; pola kehidupan yang kurang disiplin.
Sedangkan ciri-ciri dari hiperaktivitas adalah terus-menerus
bergerak, memainkan jari atau kaki saat duduk, sulit duduk diam dalam waktu
yang lama, berlarian atau memanjat secara berlebihan yang tidak sesuai dengan
situasi atau berbicara berlebihan, impulsivitas dalam perilaku yang berlangsung
menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan, sulit menunggu giliran dan senang
menginterupsi atau menggangu orang lain.
Perlu diingat bahwa gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas
bukanlah merupakan suatu penyakit. Hanya sebagai gejala dari sesuatu. Sama
halnya dengan pusing. Pusing bukanlah termasuk jenis penyakit, tetapi sebagai
gejala dari penyakit. Pusing bisa merupakan gejala influenza. Juga bisa
disebabkan terlambat makan, tekanan darah yang terlalu tinggi atau rendah.
Atau, bahkan bisa merupakan gejala tumor otak. Memberikan satu obat yang sama
untuk semua gejala pusing, jelas tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan dapat
memperburuk kondisi pasien.
Begitu juga dengan gangguan pemusatan perhatian. Tidaklah
tepat bila memberikan obat atau pendekatan yang sama kepada semua anak yang
mengalami GPPH tanpa memahami terlebih dahulu penyakit atau gangguan yang
melatarbelakanginyaApa BK itu?
22:10
No comments
Bimbingan konseling adalah bantuan yang diberikan oleh konselor (Guru BK) kepada konseli (siswa) agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dan dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Meskipun dalam pengertian tersebut nampak bahwa siswa yang ditangani oleh BK adalah siswa yang memiliki masalah, namun dalam perealisasiannya siswa yang tidak memiliki masalah juga berhak untuk mendapatkan pelayanan BK, karena salah satu fungsi BK adalah fungsi pencegahan (preventif) yang dilakukan sebelum masalah muncul.
Jenis
Layanan Bimbingan dan Konseling
Dalam rangka
pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah, terdapat beberapa jenis
layanan yang diberikan kepada peserta didik. Adapun jenis layanan bimbingan dan
konseling, yaitu: layanan orientasi, informasi, penempatan/penyaluran,
penguasaan konten, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling
kelompok, konsultasi, dan mediasi (Salahudin, 2010: 139).
1) Layanan
orientasi
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama
lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan
diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang
baru.
2) Layanan
informasi
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai indormasi
diri, sosial, belajar, karir/jabatan , dan pendidikan lanjutan.
3) Layanan
penempatan dan penyaluran
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang
tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan,
magang, dan kegiatan ekstrakurikuler.
4) Layanan
penguasaan konten
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama
kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah,
keluarga, dan masyarakat.
5) Layanan
konseling perorangan/individual
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik dalam menyelesaikan masalah pribadinya.
Layanan ini merupakan proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi
dalam wawancara antara seorang guru BK dan seorang peserta didik. Konseling
ditujukan pada individu yang normal, yang menghadapi kesukaran dalam mengalami
masalah pendidikan, pekerjaan dan sosial dimana ia tidak dapat memilih dan
memutuskan sendiri.
6) Layanan
bimbingan kelompok
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan
hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan,
serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
7) Layanan
konseling kelompok
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah
pribadi melalui dinamika kelompok. Masalah-masalah yang dibahas merupakann
masalah perseorangan yang muncul di dalam kelompok itu, yang meliputi berbagai
masalah dalam segenap bidang bimbingan.
8) Layanan
konsultasi
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik atau pihak lain dalam memperoleh wawasan,
pemahaman dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan
atau masalah peserta didik
9) Layanan mediasi
Yaitu
layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki
hubungan antar peserta didik
Kegiatan
Pendukung Bimbingan dan Konseling
Kegiatan pendukung
bimbingan dan konseling pada umumnya tidak ditujukan secara langsung untuk
memecahkan atau mengentaskan masalah peserta didik. Kegiatan pendukung
bimbingan dan konseling dilakukan untuk memungkinkan diperolehnya data dan
keterangan lain serta kemudahan-kemudahan atau komitmen yang akan membantu
kelancaran dan keberhasilan kegiatan layanan terhadap peserta didik. Adapun
kegiatan pendukung dalam pelayanan bimbingan dan konseling adalah sebagai
berikut:
1) Aplikasi
instrumentasi
Yaitu
kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan
keterangan tentang peserta didik (klien/konseli), keterangan tentang lingkungan
peserta didik (konseli), dan lingkungan yang lebih “luas”. (Sukardi, 2008: 79 )
2) Himpunan data,
Yaitu
kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan dengan pengembangan
individu, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif,
terpadu dan bersifat rahasia (Wibowo, 2012: 18).
3) Konferensi
kasus
Yaitu
kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk membahas permasalahan yang
dialami oleh peserta didik (klien/konseli) dalam suatu forum pertemuan yang
dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan
kemudahan, dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut. Pertemuan
dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. (Prayitno, 1997:
38)
4) Kunjungan rumah
Yaitu
kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk memperoleh data, keterangan,
kemudahanm, dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik
(klien/konseli) melalui kunjungan ke rumahnya. Kegiatan ini memerlukan kerja
sama yang penuh dari orang tuadan anggota keluarga lainnya. (Sukardi, 2008: 91
)
5) Tampilan kepustakaan
Yaitu
kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan individu dalam
pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar,dan karir/jabatan.
(Wibowo, 2012: 18).
6) Alih tangan kasus
Yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik (klien/konseli) dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. (Sukardi, 2008: 91
Tujuan
21:50
No comments
10 (sepuluh) alasan Mengapa MTs (Madrasah Tsanawiyah/SLTP)
dan MA (Madrasah Aliyah/SLTA) Al-Khoirot Patut Jadi Pilihan terbaik
untuk orang tua yang sayang pada putra-putri-nya dan ingin anak-anaknya
memiliki akhlak yang baik, dan kemampuan individu yang tinggi di bidang
umum dan agama.
1. Segregasi putra-putri.
MTs dan MA Al-Khoirot menganut sistem segregasi (pemisahan) antara pelajar putra dan putri. Sistem ini jauh lebih baik dari sistem campur baik ditinjau dari segi ilmiah, prinsip syari’ah, maupun dari segi meminimalisir potensi degradasi moral.
Pemisahan ini meliputi:
(a) Gedung sekolah.
Putra-putri memiliki gedung sekolah masing-masing yang lokasinya terpisah agak jauh;
(b) Guru/Tenaga Pengajar
Semua guru siswa putra adalah laki-laki. Sedang guru siswa putri semuanya perempuan;
(c) Staff Tata Usaha (TU).
Staf TU putra adalah laki-laki dan berada di gedung sekolah putra, sedang staf TU putri semuanya perempuan dan berada di gedung sekolah putri.
Dengan adanya segregasi pelajar putra dan putri juga menjadi jaminan “aman”-nya menyekolahkan anak–khususnya perempuan– di MTs dan MA Al-Khoirot dari polusi pergaulan bebas dan tak bermoral.
2. Sistem Satu Atap.
Seluruh siswa dan siswi MTs dan MA Al-Khoirot dididik dan dibina selama 24 jam setiap hari, 7 hari dalam seminggu. Dengan berbagai variasi aktifitas yang mendidik. Tanpa mengenal libur.
Jadi, kami tidak meneirma siswa yang hanya berkeinginan untuk sekolah saja. Karena di samping siswa, mereka juga santri Pondok Pesantren Al-Khoirot.
3. Mahir Baca Kitab Kuning.
Seluruh siswa MTs dan MA Al-Khoirot adalah sekaligus menjadi siswa dan siswi Madrasah Diniyah (Madin). Apabila mereka berhasil menyelesaikan program madin sampai Wustho 2 (setara dengan kelas 6 atau belajar selama 6 tahun), maka dijamin dapat membaca seluruh kitab klasik yang dikenal dengan kitab kuning atau kitab gundul.
4. Mampu Bahasa Arab Aktif.
Di luar jam belajar sekolah, Siswa MTs dan MA Al-Khoirot selalu mengikuti program Bahasa Arab setiap pagi. Yakni, setelah pengajian kitab oleh pengasuh. Kemampuan bahasa Arab mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Faktanya, mereka berhasil memenangkan lomba pidato bahasa Arab.
Catatan: Program bahasa Arab intensif hanya bagi mereka yang berminat dan lolos tes untuk mengikuti program ini.
5. Pengajian Kitab pengasuh.
Seluruh siswa dan siswi MTs dan MA Al-Khoirot selalu mengikuti pengajian rutin di pagi hari oleh Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot. Kitab kuning yang dikaji meliputi kitab Tafsir Jalalain, Hadits Sahih Bukhari, Al-Umm Imam Syafi’i, Iqna’, Muhadzdzab, Fathul Wahab, Faidhul Khabir, Ibnu Aqil, Al-Hikam selama seminggu penuh tanpa henti. Membuat wawasan keagamaan di bidang tafsir, hadits, fiqh dan tasawuf para siswa tidak perlu dipertanyakan lagi.
Perlu dicatat bahwa Ponpes Al-Khoirot adalah satu-satunya pesantren salaf di Indonesia yang secara rutin mengkaji Kitab Al-Umm Imam Syafi’i.
6. Pengajian murottal atau Baca Quran Tartil
Setiap selesai salat maghrib, siswa dan siswa dididik membaca Al-Quran secara murottal. Yang para muallim-nya didikan dari PIQ (Pesantren Ilmu Al Quran) Singosari.
7. Tahfidzul Quran (Menghafal Al-Quran)
Program ini tidak diwajibkan untuk seluruh santri. Namun banyak santri yang secara suka rela dan suka cita mengikutinya. Karena hafal Al-Quran jaminan menjadi orang yang mulya di sisi Allah dan di sisi umat manusia.
8. Mandiri finansial.
Kursus intensif soft-skills MTs dan MA Al-Khoirot memberi kesempatan kepada para pelajar untuk mempelajari keahlian tertentu yang disukai. Seperti, keahlian komputer (software dan hardware), teknologi informasi, sablon, potong rambut, tata busana (menjahit, bordir, rajut, dll). Agar mereka dapat mencapai kemandirian finansial saat mereka keluar kelak.
9. Mandiri perilaku.
Kehidupan yang terpisah dari orang tua selama 24 jam setiap harinya membuat siswa-siswi MTs dan MA Al-Khoirot memiliki kemandirian perilaku. Mereka bukan anak manja. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang siap menghadapi berbagai tantangan.
10. Biaya Murah dan Tidak Ada Daftar Ulang
Di tengah begitu banyaknya fasilitas yang kami sediakan dan kualitas yang kami janjikan, kami tidak meminta biaya tinggi untuk itu semua. Mungkin, MTs dan MA Al-Khoirot adalah salah satu yang termurah kalau bukan yang paling murah. Karena kami percaya, semua orang dari berbagai lapisan ekonomi dan strata sosial sama-sama berhak memiliki peluang dan akses pendidikan terbaik. Dan bahwa lembaga pendidikan adalah tempat untuk mendidik generasi muda, bukan tempat untuk mengeruk keuntungan. Bayangkan, hanya dengan biaya masuk tidak sampai 1 juta rupiah, siswa dapat menikmati semua fasilitas pembelajaran di atas tanpa ada biaya tambahan.
Satu hal lagi yang tak kalah penting: tidak ada biaya daftar ulang. Baik di sekolah maupun pesantren.
1. Segregasi putra-putri.
MTs dan MA Al-Khoirot menganut sistem segregasi (pemisahan) antara pelajar putra dan putri. Sistem ini jauh lebih baik dari sistem campur baik ditinjau dari segi ilmiah, prinsip syari’ah, maupun dari segi meminimalisir potensi degradasi moral.
Pemisahan ini meliputi:
(a) Gedung sekolah.
Putra-putri memiliki gedung sekolah masing-masing yang lokasinya terpisah agak jauh;
(b) Guru/Tenaga Pengajar
Semua guru siswa putra adalah laki-laki. Sedang guru siswa putri semuanya perempuan;
(c) Staff Tata Usaha (TU).
Staf TU putra adalah laki-laki dan berada di gedung sekolah putra, sedang staf TU putri semuanya perempuan dan berada di gedung sekolah putri.
Dengan adanya segregasi pelajar putra dan putri juga menjadi jaminan “aman”-nya menyekolahkan anak–khususnya perempuan– di MTs dan MA Al-Khoirot dari polusi pergaulan bebas dan tak bermoral.
2. Sistem Satu Atap.
Seluruh siswa dan siswi MTs dan MA Al-Khoirot dididik dan dibina selama 24 jam setiap hari, 7 hari dalam seminggu. Dengan berbagai variasi aktifitas yang mendidik. Tanpa mengenal libur.
Jadi, kami tidak meneirma siswa yang hanya berkeinginan untuk sekolah saja. Karena di samping siswa, mereka juga santri Pondok Pesantren Al-Khoirot.
3. Mahir Baca Kitab Kuning.
Seluruh siswa MTs dan MA Al-Khoirot adalah sekaligus menjadi siswa dan siswi Madrasah Diniyah (Madin). Apabila mereka berhasil menyelesaikan program madin sampai Wustho 2 (setara dengan kelas 6 atau belajar selama 6 tahun), maka dijamin dapat membaca seluruh kitab klasik yang dikenal dengan kitab kuning atau kitab gundul.
4. Mampu Bahasa Arab Aktif.
Di luar jam belajar sekolah, Siswa MTs dan MA Al-Khoirot selalu mengikuti program Bahasa Arab setiap pagi. Yakni, setelah pengajian kitab oleh pengasuh. Kemampuan bahasa Arab mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Faktanya, mereka berhasil memenangkan lomba pidato bahasa Arab.
Catatan: Program bahasa Arab intensif hanya bagi mereka yang berminat dan lolos tes untuk mengikuti program ini.
5. Pengajian Kitab pengasuh.
Seluruh siswa dan siswi MTs dan MA Al-Khoirot selalu mengikuti pengajian rutin di pagi hari oleh Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoirot. Kitab kuning yang dikaji meliputi kitab Tafsir Jalalain, Hadits Sahih Bukhari, Al-Umm Imam Syafi’i, Iqna’, Muhadzdzab, Fathul Wahab, Faidhul Khabir, Ibnu Aqil, Al-Hikam selama seminggu penuh tanpa henti. Membuat wawasan keagamaan di bidang tafsir, hadits, fiqh dan tasawuf para siswa tidak perlu dipertanyakan lagi.
Perlu dicatat bahwa Ponpes Al-Khoirot adalah satu-satunya pesantren salaf di Indonesia yang secara rutin mengkaji Kitab Al-Umm Imam Syafi’i.
6. Pengajian murottal atau Baca Quran Tartil
Setiap selesai salat maghrib, siswa dan siswa dididik membaca Al-Quran secara murottal. Yang para muallim-nya didikan dari PIQ (Pesantren Ilmu Al Quran) Singosari.
7. Tahfidzul Quran (Menghafal Al-Quran)
Program ini tidak diwajibkan untuk seluruh santri. Namun banyak santri yang secara suka rela dan suka cita mengikutinya. Karena hafal Al-Quran jaminan menjadi orang yang mulya di sisi Allah dan di sisi umat manusia.
8. Mandiri finansial.
Kursus intensif soft-skills MTs dan MA Al-Khoirot memberi kesempatan kepada para pelajar untuk mempelajari keahlian tertentu yang disukai. Seperti, keahlian komputer (software dan hardware), teknologi informasi, sablon, potong rambut, tata busana (menjahit, bordir, rajut, dll). Agar mereka dapat mencapai kemandirian finansial saat mereka keluar kelak.
9. Mandiri perilaku.
Kehidupan yang terpisah dari orang tua selama 24 jam setiap harinya membuat siswa-siswi MTs dan MA Al-Khoirot memiliki kemandirian perilaku. Mereka bukan anak manja. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang siap menghadapi berbagai tantangan.
10. Biaya Murah dan Tidak Ada Daftar Ulang
Di tengah begitu banyaknya fasilitas yang kami sediakan dan kualitas yang kami janjikan, kami tidak meminta biaya tinggi untuk itu semua. Mungkin, MTs dan MA Al-Khoirot adalah salah satu yang termurah kalau bukan yang paling murah. Karena kami percaya, semua orang dari berbagai lapisan ekonomi dan strata sosial sama-sama berhak memiliki peluang dan akses pendidikan terbaik. Dan bahwa lembaga pendidikan adalah tempat untuk mendidik generasi muda, bukan tempat untuk mengeruk keuntungan. Bayangkan, hanya dengan biaya masuk tidak sampai 1 juta rupiah, siswa dapat menikmati semua fasilitas pembelajaran di atas tanpa ada biaya tambahan.
Satu hal lagi yang tak kalah penting: tidak ada biaya daftar ulang. Baik di sekolah maupun pesantren.
Subscribe to:
Posts (Atom)







