Menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling yang memandirikan

Memo Konselor : Kadang masalah adalah sahabat terbaikmu. Mereka buatmu jadi lebih kuat, dan buatmu menempatkan Tuhan di sisimu yang paling dekat.

Kompetensi konselor profesional di jenjang pendidikan formal

Memo Konselor : Jadilah dinding yang kuat ketika masa-masa sulit. Jadilah matahari yang tersenyum, ketika masa-masa indah.

Memahami secara mendalam konseli yang dilayani

Memo Konselor : Jangan pernah menyerah, perbaiki kesalahan, dan teruslah melangkah.

Menguasai landasan dan kerangka teoritik bimbingan dan konseling

Memo Konselor : Jangan menyalahkan masa lalu anda, karena masa lalu tidak akan pernah berubah.

Mengembangkan pribadi dan profesionalitas konselor secara berkelanjutan

Memo Konselor : Masalah adalah sahabat terbaikmu. Dia menjadikanmu lebih kuat dan lebih mengerti tentang kehidupan.

Tuesday, 23 August 2016

Moto

MTS AL-KHOIROT SUPER

SANTRI-UNGGUL-PRESTASI-EMPATI-RELIGIUS


a.Unggul dalam beraktifitas keagamaan dan berakhlakul karimah
b.Unggul dalam kemampuan intelektual
c.Unggul dalam keterampilan/skill
d.Unggul dalam prestasi akademik
e.Terciptanya kinerja yang kondusif untuk mencapai madrasah bertaraf internasional
f.Unggul dalam persaingan melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas di tingkat nasional bertaraf internasional

Visi Misi

A. Visi Madrasah
"Terbentuknya Siswa Yang Berkualitas Dalam Bidang IMTAQ Dan IPTEK Serta Tercapainya Kualitas Madrasah Bertaraf Internasional "

Indikator Visi :
a.Unggul dalam beraktifitas keagamaan dan berakhlakul karimah
b.Unggul dalam kemampuan intelektual
c.Unggul dalam keterampilan/skill
d.Unggul dalam prestasi akademik
e.Terciptanya kinerja yang kondusif untuk mencapai madrasah bertaraf internasional
f.Unggul dalam persaingan melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas di tingkat nasional bertaraf internasional

B. Misi Madrasah
a.Menumbuhkan semangat dalam aktifitas keagamaan dan nilai-nilai religius
b.Mengembangkan kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman.
c.Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dalam bidang keterampilan/skill
d.Mengembangkan potensi akademik secara optimal sesuai dengan bakat dan minat melalui proses pembelajaran.
e.Meningkatkan profesionalisme kerja untuk tercapainya madrasah bertaraf internasional
f.Meningkatkan hubungan kerja yang dinamis dan saling menguntungkan dengan jenjang pendidikan menengah atas.


C. Tujuan Madrasah
a.Terbentuknya siswa yang menguasai dasar-dasar keagamaan serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yang dijiwai dengan akhlakul karimah.
b.Siswa mampu mengembangkan potensinya sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan tekhnologi, budaya yang dijiwai ajaran Islam.
c.Siswa untuk mempunyai keterampilan / skill yang mampu menghadapi perkembangan zaman, baik dalam penguasaan materi pelajaran maupun dalam kemampuan pendukung, seperti Bahasa Internasional (Arab dan Inggris).
d.Siswa dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah atas dengan prestasi yang bertaraf internasional.
e.Meningkatkan rata-rata Nilai Ujian Nasional (UN) 7,50.

Sejarah Berdirinya MTs Al Khoirot

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Khoirot Malang adalah sebuah lembaga pendidikan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) sejajar dengan SMP (Sekolah Menengah Pertama)  yang didirikan pada 15 Julii 2009 di desa Karangsuko, Pagelaran (dulu, Gondanglegi), kabupaten Malang, Jawa Timur.  MTS Al-Khoirot Malang mengikuti kurikulum pemerintah c.q. Kementerian Agama dan ijazahnya diakui sehingga lulusannya dapat melanjutkan ke sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) baik Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau Madrasah Aliyah (MA). Sekolah negeri maupun swasta.  Secara kelembagaan, MTS Al-Khoirot berada di bawah yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang yang juga membawahi Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot. MTS Al-Khoirot menerima siswa dan siswi lulusan Ssekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)  negeri dan swasta dengan kewajiban memenuhi sejumlah ketentuan yang berlaku. Salah satu syarat terpenting adalah siswa atau siswi MTS Al-Khoirot harus bersedia untuk tinggal di Pondok Pesantren Al-Khoirot dan mengikuti seluruh kegiatan pesantren termasuk yang utama mengikuti program Madrasah Diniyah Al-Khoirot

 SEJARAH BERDIRINYA MTS AL-KHOIROT MALANG
Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Khoirot Malang berdiri bersamaan dengan Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoirot Malang, yakni pada tanggal 15 Juli 2009. Yang saat launching pertama dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag kecamatan Pagelaran; para Kepala Sekolah SLTP & SLTA se-kecematan Pagelaran, Kepala Desa (Kades) dan pamong desa Karangsuko, para tokoh masyarakat dan Dewan Pimpinan Pusat Yayasan Pondok Pesantren Al-Khoirot.

 PROFIL SINGKAT MTS AL-KHOIROT
MTS Al-Khoirot Malang sejak berdirinya pada tahun 2009 telah mengalami tigaa kali pergantian kepala sekolak (Kasek). Kasek pertama adalah Sayyid Muhammad Al-Baiti yang menjabat sejak 2009 sampai 2011. Kasek kedua adalah Bapak Eko Wahyudi yang menjabat sejak 2012 sampai 2016 dan ke tiga adalah Bapak  Sy.Ubaidillah Al Baiti 2016 Sampai sekarang


Profil Singkat MTS Al-Khoirot
Nama sekolah: Madrasah Tsanawiyah Al-Khoirot atau MTS Al-Khoirot Malang
Tingkatan pendidikan: SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama)
Ciri khas:
  • (a) Pemisahan siswa putra dan putri (lain gedung dan lain guru).
  • (b) semua siswa dan siswi ikut program madrasah diniyah secara terpisah;
  • (c) ikut pengajian Quran tartil;
  • (d) tinggal di asrama.
No. NSM: 1212-3507-0162
Madrasah Tsanawiyah Al-Khoirot

Status: Terakreditasi B
Tahun berdiri: 15 Juli 2009
Alamat: Jl. KH. Syuhud Zayadi No. 01 Karangsuko, Pagelaran, Malang 65174.
Telpon: 0341-879730
Email: mtsalkhoirot@gmail.com, dan mts@alkhoirot.com
Website: http://mts.alkhoirot.com

 STRUKTUR ORGANISASI MTS AL-KHOIROT
 
Kepala sekolah: Sy.Ubaidillah Al Baiti,S.Hi
Koordinator MTS Putri: Chusnia Khoirotus Sa’adah, S.Pd.I
Waka kurikulum: Zamhari Prastyo Hadi,S.Pd
Waka kesiswaan: Supendri,S.Pd
Waka Sarana Prasarana: Syamsul Huda
Waka Humas : Syamsul Arifin
Kepala Urusan Tata Usaha: Zainul,S.E
Staf TU (Putri): Sholihah
Anggota statf TU (putri): Yayuk Yuliati dan Kholifatun Nisa’ Amul Jadidah
Bendahara: Zaironi
Bimbingan Konseling Putra (BK): M Fauzi,S.Pd


HITAM PUTIH KONSELOR

 


 
KONSELOR ADALAH SAHABAT SISWA
1.      Pengetahuan Mengenai Diri Sendiri (Self-knowledge)
Disini berarti bahwa konselor memahami dirinya dengan baik, dia memahami secara nyata apa yang dia lakukan, mengapa dia melakukan itu, dan masalah apa yang harus dia selesaikan. Pemahaman ini sangat penting bagi konselor, karena beberapa alasan sebagai berikut.
a.    Konselor yang memilki persepsi yang akurat akan dirinya maka dia juga akan memilki      persepsi yang kuat terhadap orang lain.
b.    Konselor yang terampil memahami dirinya maka ia juga akan memahami orang lain.
2.      Kompetensi (Competence)
Kompetensi dalam karakteristik ini memiliki makna sebagai kualitas fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral yang harus dimiliki konselor untuk membantu klien. kompetensi sangatlah penting, sebab klien yang dikonseling akan belajar dan mengembangkan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk mencapai kehidupan yang efektif dan bahagia. Adapun kompetensi dasar yang seyogianya dimilki oleh seorang konselor, yang antara lain :
a.        Penguasaan wawasan dan landasan pendidikan
b.        Penguasaan konsep bimbingan dan konseling
c.        Penguasaan kemampuan assesmen
d.        Penguasaan kemampuan mengembangkan progaram bimbingan dan konseling
e.        Penguasaan kemampuan melaksanakan berbagai strategi layanan bimbingan dan               konseling
f.         Penguasaan kemampuan mengembangkan proses kelompok
g.        Penguasaan kesadaran etik profesional dan pengembangan profesi
h.        Penguasaan pemahaman konteks budaya, agama dan setting kebutuhan khusus
3.      Kesehatan Psikologis yang Baik
Seorang konselor dituntut untuk dapat menjadi model dari suatu kondisi kesehatan psikologis yang baik bagi kliennya, yang mana hal ini memiliki pengertian akan ketentuan dari konselor dimana konselor harus lebih sehat kondisi psikisnya daripada klien. Kesehatan psikolpgis konselor yang baik sangat penting dan berguna bagi hubungan konseling. Karena apabila konselor kurang sahat psikisnya, maka ia akan teracuni oleh kebutuhan-kebutuhan sendiri, persepsi yang subjektif, nilai-nilai keliru, dan kebingungan.
4.      Dapat Dipercaya (trustworthness)
Konselor yang dipercaya dalam menjalankan tugasnya memiliki kecenderungan memilki kualitas sikap dan prilaku sebagai berikut:
a.    Memilki pribadi yang konsisten
b.    Dapat dipercaya oleh orang lain, baik ucapannya maupun perbuatannya.
c.    Tidak pernah membuat orang lain kesal atau kecewa.
d.    Bertanggung jawab, mampu merespon orang lain secara utuh, tidak ingkar janji dan mau membantu secara penuh.   
5.      Kejujuran (honest)
Yang dimaksud dengan Kejujuran disini memiliki pengertian bahwa seorang konselor itu diharuskan memiliki sifat yang terbuka, otentik, dan sejati dalam pembarian layanannya kepada konseli. Jujur disini dalam pengertian memiliki kongruensi atau kesesuaian dalam kualitas diri actual (real-self) dengan penilain orang lain terhadap dirinya (public self). Sikap jujur ini penting dikarnakan:
a.     Sikap keterbukaan konselor dan klien memungkinkan hubungan psikologis yang dekat      satu sama lain dalam kegiatan konseling.
b.  Kejujuran memungkinkan konselor dapat memberikan umpan balik secara objektif    terhadap klien. 
6.      Kekuatan atau Daya (strength)
Kekuatan atau kemampuan konselor sangat penting dalam konseling, sebab dengan hal itu klien merasa aman. Klien memandang seorang konselor sebagi orang yang, tabaha dalam menghadapi masalah, dapat mendorong klien dalam mengatasi masalahnya, dan dapat menanggulangi kebutuhan dan masalah pribadi. Konselor yang memilki kekuatan venderung menampilkan kualitas sikap dan prilaku berikut.
a.    Dapat membuat batas waktu yang pantas dalam konseling
b.    Bersifat fleksibel
c.    Memilki identitas diri yang jelas
 7.      Kehangatan (Warmth)
Yang dimaksud dengan bersikap hangat itu adalah ramah, penuh perhatian, dan memberikan kasih sayang. Klien yang datang meminta bantuan konselor, pada umumnya yang kurang memilki kehangatan dalam hidupnya, sehingga ia kehilangan kemampuan untuk bersikap ramah, memberikanperhatian, dan kasih sayang. Melalui konseling klien ingin mendapatkan rasa hangat tersebut dan melakukan Sharing dengan konseling. Bila hal itu diperoleh maka klien dapat mengalami perasaan yang nyaman.
8.      Pendengar yang Aktif (Active responsiveness)
Konselor secara dinamis telibat dengan seluruh proses konseling. Konselor yang memiliki kualitas ini akan: (a) mampu berhubungan dengan orang-orang yang bukan dari kalangannya sendiri saja, dan mampu berbagi ide-ide, perasaan, (b) membantu klien dalam konseling dengan cara-cara yang bersifat membantu, (c) memperlakukan klien dengan cara-cara yang dapat menimbulkan respon yang bermakna, (d) berkeinginan untuk berbagi tanggung jawab secara seimbang dengan klien dalam konseling.
9.      Kesabaran
Melaui kesabaran konselor dalam proses konseling dapat membantu klien untuk mengembangkan dirinya secara alami. Sikap sabar konselor menunjukan lebih memperhatikan diri klien daripada hasilnya. Konselor yang sabar cenderung menampilkan sikap dan prilaku yang tidak tergesa-gesa.
10.  Kepekaan (Sensitivity)
Kepekaan mempunyai makna bahwa konselor sadar akan kehalusan dinamika yang timbul dalam diri klien dan konselor sendiri. Kepekaan diri konselor sangat penting dalam konseling karena hal ini akan memberikan rasa aman bagi klien dan klien akan lebih percaya diri apabila berkonsultasi dengan konselor yang memiliki kepekaan.
11.  Kesadaran Holistik
Pendekatan holistik dalam bidang konseling berarti bahwa konselor memahami secara utuh dan tidak mendekatinya secara serpihan. Namun begitu bukan berarti bahwa konselor seorang yang ahli dalam berbagai hal, disini menunjukan bahwa konselor perlu memahami adanya berbagai dimensi yang menimbulkan masalah klien, dan memahami bagaimana dimensi yang satu memberi pengaruh terhadap dimensi yang lainnya. Dimensi-dimensi itu meliputi aspek, fisik, intelektual, emosi, sosial, seksual, dan moral-spiritual. Konselor yang memiliki kesdaran holistik cenderung menampilkan karakteristik sebagai berikut.
a.   Menyadari secara akurat tentang dimensi-dimensi kepribadian yang kompleks.
b. Menemukan cara memberikan konsultasi yang tepat dan mempertimbangkan perlunya  referal.
c.    Akrab dan terbuka terhadap berbagai teori.


Personil Bimbingan Konseling

Guru BK di MTs Al-Khoirot ada 1 orang, 1 orang guru BK laki-laki dan 1 orang guru BK perempuan. Berikut ini adalah profil diri dari masing-masing personil BK: 
1.     M Fauzi,S.Pd (Koordinator BK)
Alamat: Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi














2.     ..................S.Pd (Guru BK Putri)
Alamat:

Profil Bimbingan Konseling

Bimbingan Konseling adalah bagian dari MTs Al Khoirot yang memiliki tugas untuk memantau, membimbing, dan membantu perkembangan peserta didik ke arah yang lebih positif. Secara khusus, Bimbingan konseling adalah bantuan yang diberikan oleh konselor (Guru BK) kepada konseli (siswa) agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dan dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Meskipun dalam pengertian tersebut nampak bahwa siswa yang ditangani oleh BK adalah siswa yang memiliki masalah, namun dalam perealisasiannya siswa yang tidak memiliki masalah juga berhak untuk mendapatkan pelayanan BK, karena salah satu fungsi BK adalah fungsi pencegahan (preventif) yang dilakukan sebelum masalah muncul.